
Hari ini menjadi hari yang penuh syukur dan kebahagiaan. Tim Ruang Baik kembali menorehkan jejak manfaat dengan meresmikan Sumur Kebaikan ke-92 yang berlokasi di Rumah Quran Mafaatihul Jaariyah, Garut. Di tempat inilah lebih dari 50 santri menimba ilmu, menghafal ayat-ayat Allah, serta menanam harapan besar untuk masa depan. Namun di balik semangat belajar mereka, selama berbulan-bulan tersimpan perjuangan berat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Selama kurang lebih delapan bulan terakhir, Rumah Quran Mafaatihul Jariyah harus bergantung pada bantuan air dari tetangga sekitar. Untuk kebutuhan wudhu, mandi, mencuci, hingga keperluan harian lainnya, para santri dan pengurus harus berikhtiar ekstra dengan segala keterbatasan. Tidak jarang aktivitas belajar mengajar pun ikut terdampak karena persoalan air yang seharusnya menjadi kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan.
Melihat kondisi tersebut, Tim Ruang Baik bergerak menghadirkan solusi nyata. Selama dua pekan penuh, proses pembangunan sumur dilakukan dengan ikhtiar terbaik, doa yang terus dipanjatkan, dan harapan besar agar Allah menghadirkan sumber air yang melimpah. Dengan kedalaman mencapai 51 meter, Alhamdulillah usaha itu berbuah manis—air keluar dengan deras, jernih, dan membawa kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Momen keluarnya air dari perut bumi bukan hanya menjadi keberhasilan teknis pembangunan sumur, tetapi juga menjadi simbol terkabulnya doa-doa yang selama ini dipanjatkan para santri. Senyum bahagia, wajah-wajah penuh syukur, serta lantunan hamdalah mengiringi peresmian sumur ini. Kini, para santri tidak lagi dihantui kekhawatiran akan kekurangan air. Mereka dapat belajar, beribadah, dan beraktivitas dengan lebih tenang dan nyaman.
Kebermanfaatan Sumur Kebaikan ke-92 ini pun insya Allah tidak berhenti di lingkungan Rumah Quran saja. Air dari sumur ini rencananya akan dialirkan juga ke masjid yang tidak jauh dari lokasi, sehingga manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas—menjadi sumber kehidupan, sumber kebersihan, sekaligus sumber pahala jariyah yang terus mengalir tanpa henti bagi para dermawan yang ikut menghadirkannya.
Satu sumur mungkin terlihat sederhana, namun bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan air, ini adalah anugerah yang luar biasa. Dari kedalaman 51 meter, bukan hanya air yang keluar—tetapi juga harapan baru, kemudahan hidup, dan keberkahan yang mengalir deras. Semoga Sumur Kebaikan ke-92 ini menjadi saksi hadirnya cinta, kepedulian, dan amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat kelak.







