19 Januari 2026 3:33 pm

Perjalanan ke Lebak: Tentang Air, Al-Qur’an, dan Mimpi Santri

Perjalanan ke Lebak: Tentang Air, Al-Qur’an, dan Mimpi Santri
Tanggal 14–15 Januari 2026 menjadi perjalanan yang tidak akan mudah kami lupakan. Tim Ruang Baik menyusuri wilayah Lebak, Banten, dalam sebuah ekspedisi bertema Menguatkan Ramadan. Di tengah hujan yang nyaris tidak berhenti, perjalanan ini mengajarkan kami bahwa kebaikan sering kali hadir dari medan yang tidak mudah.

Sejak hari pertama hingga ekspedisi berakhir, hujan dan gerimis terus turun. Jalanan tanah berubah menjadi licin dan berlumpur, menyulitkan mobilisasi tim dan proses distribusi bantuan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim Ruang Baik, namun tidak mengurangi komitmen kami untuk menuntaskan amanah yang telah dititipkan oleh para donatur.

Selama dua hari di lapangan, Ruang Baik menyalurkan berbagai program kebaikan, di antaranya berbagi mukena, berbagi beras, berbagi Al-Qur’an, berbagi Iqro, serta program air bersih melalui pembangunan sumur bor. Sumur bor ini diperuntukkan bagi masjid dan mushola di wilayah Lebak, Banten, agar dapat dimanfaatkan oleh jamaah dan masyarakat sekitar.
-
Program air bersih menjadi bagian yang paling membekas bagi tim kami. Sebelum adanya sumur bor, masyarakat Kampung Pasir Nangka harus berjalan sejauh kurang lebih 1 kilometer masuk ke dalam hutan untuk mengambil air. Jalur yang mereka lalui licin, dipenuhi tanah dan lumpur, terlebih saat hujan turun. Air diambil menggunakan ember, dan kondisinya pun belum tentu bersih atau layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun ibadah.

Saat tim Ruang Baik berkunjung, salah satu perwakilan DKM masjid menyampaikan dengan suara penuh syukur, “Alhamdulillah, akhirnya kita bisa mengambil air tanpa harus melewati jalanan yang licin ini.” Kalimat sederhana itu menjadi gambaran nyata perubahan yang dirasakan masyarakat setelah hadirnya sumur bor.

Selain air bersih, Ruang Baik juga menyalurkan Al-Qur’an untuk para santri di Kampung Kipar, Lebak, salah satunya di Pondok BNHS. Di pesantren ini, sebagian mushaf Al-Qur’an yang digunakan santri kondisinya sudah sangat tidak layak baca. Namun keterbatasan tersebut tidak pernah mematahkan semangat mereka. Para santri tetap belajar dan menghafal dengan tekun, meski menggunakan mushaf yang usang.
-
Salah satu momen yang paling membekas bagi tim Ruang Baik adalah percakapan singkat dengan seorang santri. Saat ditanya apa cita-citanya, ia menjawab dengan mantap, “Saya ingin seperti guru saya, saya ingin mengajar Al-Qur’an.” Ketika ditanya mengapa tidak bersekolah formal, ia menjawab, “Karena ingin belajar agama saja.” Jawaban itu mengingatkan kami bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari keterbatasan yang sangat sederhana.

Hadirnya Al-Qur’an Ruang Baik menjadi semangat baru bagi para santri Pondok BNHS. Mushaf yang layak baca bukan hanya membantu proses belajar, tetapi juga menguatkan langkah mereka dalam menjaga mimpi dan niat untuk mengabdi melalui ilmu agama.

Perjalanan ke Lebak mengajarkan kami bahwa kebaikan tidak selalu tentang seberapa besar yang dibawa, tetapi seberapa tepat ia dihadirkan. Air yang kini lebih dekat dan Al-Qur’an yang kembali layak dibaca menjadi bukti bahwa amanah para donatur telah disampaikan sepenuh hati.

Terima kasih kepada seluruh donatur Ruang Baik. Semoga setiap tetes air dan setiap ayat yang dibaca menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta menguatkan Ramadan bagi masyarakat dan santri di Lebak, Banten.

Dokumentasi lainnya :
-

-

-

Blog Post Lainnya
-
Kontak Kami
info@ruangbaik.com
Perumahan Arco, Jl. Rambutan No 16 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, Jawa Barat 16518
0851-1770-3231
Ikuti Kami di
-
@2026 Yayasan Ruang Baik Bersama Inc.