
Hari kelima perjalanan Tim Ruang Baik di Kabupaten Garut membawa kisah-kisah kebaikan yang begitu membekas. Berada di Kecamatan Cilawu, wilayah yang terletak di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, udara sejuk bahkan cenderung dingin menyambut setiap langkah perjalanan tim. Namun di tengah dinginnya udara pegunungan, ada kehangatan yang terus menyala—kehangatan dari semangat berbagi, kepedulian, dan ikhtiar menghadirkan manfaat bagi sesama.
Langkah pertama Tim Ruang Baik menuju TK dan TPA Insan Cendekia, tempat puluhan generasi Qurani sedang menimba ilmu. Sebanyak 50 anak-anak terlihat penuh semangat belajar, dengan mata berbinar dan senyum yang tak pernah lepas dari wajah mereka. Sebagai bentuk dukungan untuk perjalanan belajar mereka, tim membagikan hadiah berupa Iqro agar langkah kecil mereka dalam mengenal, membaca, dan mencintai Al-Qur’an semakin kuat. Sederhana mungkin bagi sebagian orang, namun bagi mereka, hadiah itu adalah penyemangat untuk terus tumbuh menjadi anak-anak yang dekat dengan kalam Allah.
Di lokasi yang sama, tim juga mendengar cerita yang tak kalah menyentuh. Beberapa pedagang kecil yang menggantungkan rezeki dari jualan jajanan sekolah mengeluhkan menurunnya pembeli dan beratnya perjuangan mencari nafkah. Mendengar kisah mereka, Tim Ruang Baik pun bergerak cepat dengan memborong dagangan dari *tiga pelaku UMKM* yang berada di lokasi. Bukan sekadar membeli dagangan, tetapi juga menghadirkan senyum, menyalakan harapan, dan membawa pulang kebahagiaan bagi keluarga-keluarga kecil yang menanti rezeki di rumah.
Perjalanan kebaikan kemudian berlanjut menuju Lebakjaya, Karangpawitan, lokasi peresmian Sumur Kebaikan ke-92. Sumur ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan air bersih bagi sekitar 50 santri tahfidz dan masyarakat sekitar, termasuk masjid yang akan ikut merasakan manfaatnya. Dalam suasana sederhana namun penuh haru, peresmian sumur menjadi momen syukur yang begitu mendalam. Air yang mengalir deras dari perut bumi bukan hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga simbol bahwa kepedulian yang ditanam hari ini akan terus mengalir menjadi amal jariyah yang tak terputus.
Dalam kesempatan itu, Ustadzah Silmi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tim Ruang Baik dan seluruh donatur yang telah merelakan sebagian hartanya untuk menghadirkan manfaat besar ini. Ucapan syukur itu bukan hanya mewakili lembaga, tetapi mewakili banyak hati yang kini merasakan kemudahan hidup—para santri yang lebih nyaman beribadah, masyarakat yang lebih mudah mendapatkan air, serta lingkungan yang kini dipenuhi rasa syukur atas nikmat yang mengalir.
Perjalanan hari itu ditutup dengan silaturahmi ke lembaga mitra lokal yang nantinya akan menjadi penguat sinergi program-program kebaikan di wilayah Garut. Karena Ruang Baik percaya, menghadirkan manfaat tidak bisa berjalan sendiri—ia membutuhkan banyak tangan, banyak hati, dan banyak jiwa baik yang ingin ikut menjadi bagian dari perubahan. *Mari terus dukung program-program Ruang Baik. Karena setiap bantuan yang dititipkan bukan hanya menjadi angka dalam donasi, tetapi berubah menjadi air yang mengalir, ilmu yang bertumbuh, usaha kecil yang kembali hidup, dan doa-doa tulus yang melangit untuk para dermawan.* Bersama, kita bisa menghadirkan lebih banyak senyum untuk Indonesia.







