
Langit pagi di tanah Jawa Barat menjadi saksi perjalanan panjang Tim Ruang Baik dalam agenda Ekspedisi Jawa Barat Episode Tahun Baru Islam. Selama tujuh hari penuh, tim menyusuri jalanan panjang, menembus perkampungan, perbukitan, hingga pelosok daerah demi satu tujuan: menghadirkan cahaya Al-Qur’an bagi mereka yang merindukannya. Perjalanan dimulai dari Cirebon, lalu bergerak menuju Kuningan, Banjar, Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, hingga berakhir di Garut.
Di balik perjalanan itu, tersimpan ribuan cerita haru yang tak mampu diukur dengan angka. Sebanyak 15.498 penerima manfaat merasakan langsung hadirnya kepedulian dan semangat hijrah yang dibawa Tim Ruang Baik. Tangis bahagia, senyum para santri, dan doa-doa tulus dari masyarakat menjadi energi yang menguatkan setiap langkah perjalanan ini.
Program Berbagi Al-Qur’an menjadi denyut utama ekspedisi ini. Sebanyak 9.420 mushaf Al-Qur’an berhasil disalurkan kepada pesantren, rumah Qur’an, majelis taklim, hingga masyarakat pelosok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap mushaf yang layak. Sementara itu, sebanyak 5.760 buku IQRO dibagikan kepada anak-anak yang baru belajar mengenal huruf-huruf hijaiyah. Di beberapa tempat, anak-anak terlihat memeluk erat IQRO yang baru mereka terima—seolah sedang menggenggam harapan baru untuk masa depan mereka.
Perjalanan ini juga mempertemukan tim dengan para pejuang Al-Qur’an yang tetap bertahan dalam segala keterbatasan. Sebanyak 20 guru ngaji menerima bantuan melalui program Peduli Guru Ngaji. Mereka adalah sosok-sosok yang mungkin tak dikenal banyak orang, namun setiap harinya menjaga nyala Al-Qur’an di kampung-kampung kecil. Ada yang mengajar di bangunan bambu sederhana, ada yang tetap mengaji meski tanpa listrik memadai, bahkan ada yang harus bertahan di tengah kesulitan ekonomi. Namun satu hal yang tak pernah padam dari mereka: semangat mengajarkan Kalamullah.
Selain itu, bantuan beras disalurkan kepada 180 penerima manfaat, sementara program Peduli Yatim menjangkau 50 anak yatim di berbagai wilayah perjalanan. Di tengah ekspedisi ini pula, harapan baru diberikan kepada 8 penerima manfaat Beasiswa Sarjana—anak-anak muda yang diharapkan kelak menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi umat.
Di setiap kota yang disinggahi, Tim Ruang Baik menyaksikan langsung bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan, namun tetap memiliki cinta yang begitu besar terhadap Al-Qur’an. Ada santri yang belajar dengan mushaf lusuh dan sobek, ada anak-anak yang bergantian membaca satu IQRO, hingga guru ngaji yang bertahan mengajar tanpa pernah memikirkan imbalan.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah: 6)
Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan penyaluran bantuan. Ini adalah perjalanan hati. Perjalanan tentang bagaimana cahaya Al-Qur’an tetap hidup di tengah keterbatasan, tentang orang-orang kecil yang diam-diam menjaga agama ini tetap tegak, dan tentang kebaikan yang terus bergerak dari satu tangan ke tangan lainnya. Dari Cirebon hingga Garut, setiap kilometer perjalanan menjadi saksi bahwa ketika Al-Qur’an dijadikan pusat perjuangan, maka harapan akan selalu menemukan jalannya.
Dokumentasi Kegiatan :



















