31 Juli 2026 4:40 am

Tangan yang Mengangkat Batu Bata, Hati yang Menyalakan Cahaya Al-Qur'an

Tangan yang Mengangkat Batu Bata, Hati yang Menyalakan Cahaya Al-Qur'an
Di balik gegap gempita penyaluran 10.000 Al-Qur'an dan 5.000 Iqro di Provinsi Bengkulu, tersimpan sebuah kisah yang mampu mengetuk relung hati. Tim Ruang Baik bertemu dengan Ustadz Syamsuri, seorang guru ngaji yang setiap harinya bekerja sebagai kuli bangunan dan buruh pembuat batu bata demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Di bawah terik matahari ia mengangkat bata dan mengaduk semen, namun ketika sore menjelang, langkahnya bergegas pulang untuk mengangkat sesuatu yang jauh lebih berharga: cahaya Al-Qur'an bagi anak-anak di kampungnya.

Tak ada ruang belajar yang megah. Tak ada meja atau kursi yang tertata rapi. Anak-anak duduk bersila di lantai rumah yang sederhana, mengeja huruf demi huruf ayat suci Al-Qur'an dengan penuh semangat. Ustadz Syamsuri mengajar dengan ilmu yang menurutnya masih sangat terbatas, tetapi memiliki keyakinan yang begitu besar bahwa tidak boleh ada satu pun anak di lingkungannya yang tumbuh tanpa mengenal Kalamullah. Keikhlasan itulah yang menjadikan rumah kecilnya terasa begitu luas, dipenuhi harapan dan doa.

Setiap hari, suara lantunan ayat-ayat Allah menggema dari rumah sederhana itu. Mushaf-mushaf yang digunakan sudah banyak yang lusuh, sobek, bahkan sebagian tak lagi lengkap halamannya. Namun keterbatasan itu tidak pernah mengurangi semangat belajar anak-anak maupun tekad sang guru. Mereka terus membaca, menghafal, dan belajar dengan penuh cinta, seolah setiap huruf yang dilafalkan adalah cahaya yang menguatkan langkah mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Hari itu menjadi hari yang tak akan mudah dilupakan. Kehadiran Tim Ruang Baik di Bengkulu Selatan membawa harapan baru bagi Ustadz Syamsuri dan anak-anak didiknya. Mushaf-mushaf yang telah usang akhirnya berganti dengan Al-Qur'an baru yang lebih layak. Senyum bahagia yang terpancar dari wajah mereka menjadi pemandangan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Bagi mereka, Al-Qur'an bukan sekadar kitab yang diterima, tetapi penyambung semangat untuk terus belajar, mengajar, dan menjaga cahaya Islam tetap menyala di pelosok negeri.

Momen penuh haru itu semakin bermakna ketika Ustadz Syamsuri bergabung bersama ratusan guru ngaji dari berbagai wilayah Provinsi Bengkulu dalam penyerahan simbolis 10.000 Al-Qur'an dan 5.000 Iqro. Mereka mungkin bukan sosok yang sering muncul di layar televisi atau menjadi pembicaraan banyak orang. Namun di tangan merekalah huruf-huruf Al-Qur'an diwariskan, akhlak ditanamkan, dan generasi masa depan dibentuk dengan penuh kesabaran.

Kisah Ustadz Syamsuri mengajarkan bahwa pejuang Al-Qur'an tidak selalu hidup dalam kelapangan. Ada yang siangnya bergelut dengan debu dan batu bata, lalu malamnya membersihkan hati anak-anak dengan ayat-ayat Allah. Semoga setiap mushaf yang disalurkan menjadi saksi lahirnya lebih banyak penghafal dan pecinta Al-Qur'an. Dan semoga setiap huruf yang dibaca dari mushaf-mushaf itu menjadi amal jariyah yang tak pernah terputus bagi para guru ngaji, para donatur, serta semua yang telah mengambil bagian dalam menghadirkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok negeri.
Blog Post Lainnya
-
Kontak Kami
info@ruangbaik.com
Perumahan Arco, Jl. Rambutan No 16 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, Jawa Barat 16518
0851-1124-6776
0851-1122-6776
0813-8407-0649
Ikuti Kami di
-
@2026 Yayasan Ruang Baik Bersama Inc.