
Hari ketiga Ekspedisi Kemerdekaan Al-Qur'an menjadi babak perjalanan yang penuh makna. Setelah dua hari sebelumnya menyapa para guru ngaji, komunitas dakwah, serta masyarakat di Provinsi Lampung, tim Ruang Baik kembali melanjutkan perjalanan darat menuju Bengkulu. Meski ribuan mushaf Al-Qur'an dan buku Iqro telah lebih dahulu tiba di lokasi penyaluran, perjalanan panjang ini tetap menjadi bagian penting dari ikhtiar besar menyambut prosesi serah terima *10.000 mushaf Al-Qur'an dan 5.000 buku Iqro* bersama Gubernur Bengkulu dan Bupati Bengkulu Selatan pada Kamis, 30 Juli 2026. Setiap kilometer yang dilalui adalah bentuk komitmen bahwa perjuangan menghadirkan cahaya Al-Qur'an tidak mengenal lelah.
Perjalanan selama hampir 14 jam membawa tim melintasi jalanan berliku yang membelah kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Hutan yang lebat, tanjakan panjang, tikungan tajam, hingga kabut yang sesekali menyelimuti jalan menjadi saksi perjalanan dakwah ini. Di balik keindahan alam Sumatera, tersimpan kisah tentang orang-orang yang memilih terus melangkah demi memastikan program ini berjalan dengan baik. Sebab setiap agenda penyaluran bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menguatkan semangat belajar Al-Qur'an di berbagai penjuru negeri.
Di sela perjalanan, tim tidak melewatkan kesempatan untuk singgah di beberapa masjid, TPQ, dan TPA yang berada di jalur lintasan. Silaturahmi dilakukan di Masjid Besar Imadudin Kabupaten Tanggamus, kemudian berlanjut ke TPQ di Krui dan beberapa titik di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Pertemuan singkat itu menghadirkan banyak cerita. Ada guru ngaji yang tetap mengajar setiap sore dengan penuh keikhlasan, ada anak-anak yang berlari menyambut tamu dengan senyum sederhana, dan ada harapan yang terus tumbuh bahwa perhatian terhadap pendidikan Al-Qur'an tidak pernah berhenti.
Perjalanan ini kembali mengingatkan bahwa di balik megahnya kota-kota besar, masih banyak pelosok yang dipenuhi para pejuang Al-Qur'an. Mereka mengajar tanpa mengenal lelah, membina generasi dengan segala keterbatasan, dan menjaga agar cahaya Al-Qur'an tetap hidup dari surau-surau kecil hingga ruang belajar sederhana. Ekspedisi Kemerdekaan Al-Qur'an hadir bukan hanya untuk menyalurkan mushaf, tetapi juga untuk menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendiri. Masih banyak masyarakat yang peduli dan ingin menjadi bagian dari perjuangan mulia ini.
Insya Allah, seluruh rangkaian perjalanan ini akan mencapai puncaknya pada prosesi penyerahan 10.000 mushaf Al-Qur'an dan 5.000 buku Iqro di Bengkulu. Semoga langkah demi langkah yang ditempuh selama ekspedisi menjadi amal jariyah yang terus mengalir, menghadirkan lebih banyak anak yang mampu membaca Al-Qur'an, lebih banyak guru ngaji yang semakin kuat dalam mengabdi, dan lebih banyak daerah yang terang oleh cahaya wahyu. Karena bagi kami, *kemerdekaan sejati adalah ketika setiap keluarga, setiap masjid, dan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk dekat dengan Al-Qur'an.*






