
Pelaksanaan hari kedua penyembelihan hewan qurban amanah para donatur Ruang Baik kembali dilaksanakan di Pondok Pesantren Khairukum, Kaliputih, Citayam, Bogor. Sebanyak 4 ekor sapi disembelih dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Sejak malam hari, Tim Jagal Baik bersama para relawan telah bermalam di area pondok untuk menjaga amanah qurban dari para donatur. Dinginnya malam tak mampu mengalahkan semangat mereka dalam memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai syariat.
Pagi harinya, suasana pondok terasa begitu syahdu. Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema dari mulut para santri penghafal Al-Quran yang silih berganti mengumandangkan asma Allah SWT. Di tengah gema dzikir yang menyentuh hati itu, proses penyembelihan dimulai. Satu per satu sapi qurban berhasil dirobohkan oleh Tim Jagal Baik bersama para relawan dengan penuh kehati-hatian dan kekompakan. Momentum tersebut menghadirkan suasana haru yang sulit dilupakan, seolah setiap tetes pengorbanan menjadi saksi lahirnya kebahagiaan bagi banyak orang.
Tidak hanya proses penyembelihan, kegiatan pencacahan dan pengemasan daging qurban pun berlangsung penuh semangat. Puluhan santri turut membantu bersama relawan dan warga sekitar. Tangan-tangan kecil para penghafal Al-Quran tampak sibuk membungkus daging qurban, sementara wajah mereka memancarkan kebahagiaan karena dapat terlibat langsung dalam ibadah besar ini. Kebersamaan yang terjalin di halaman pondok hari itu terasa begitu hangat, menghadirkan pemandangan indah tentang gotong royong dan kepedulian sosial yang mulai jarang ditemukan.
Daging qurban kemudian dibagikan langsung kepada para penerima manfaat, mulai dari lansia binaan, driver ojek online binaan, petugas keamanan sekitar, masyarakat dhuafa, hingga para santri Pondok Khairukum. Momen pembagian inilah yang menjadi bagian paling menggetarkan hati. Senyum para lansia yang menerima paket qurban tampak begitu tulus, seakan lelah hidup mereka terobati oleh perhatian sederhana di Hari Raya Idul Adha. Beberapa di antara mereka bahkan berkali-kali mengucapkan syukur karena akhirnya bisa membawa pulang daging qurban untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
Di sisi lain, para driver ojek online yang sehari-hari berjibaku di jalanan demi mencari nafkah juga tampak haru menerima bingkisan qurban tersebut. Di tengah kerasnya kehidupan dan tuntutan kebutuhan sehari-hari, perhatian kecil itu terasa seperti pelukan hangat yang datang di waktu yang tepat. Ada senyum yang tak bisa disembunyikan, ada mata yang berkaca-kaca, dan ada doa-doa tulus yang mengalir untuk para pequrban. Hari itu, qurban bukan hanya tentang daging yang dibagikan, tetapi tentang menghadirkan harapan dan menguatkan rasa bahwa mereka tidak sendiri.
Ibadah qurban sejatinya bukan hanya menyembelih hewan, melainkan menyembelih ego dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama. Qurban menjadi bukti bahwa masih banyak hati yang hidup untuk berbagi dan menguatkan saudara-saudaranya yang membutuhkan. Dari halaman sederhana Pondok Khairukum, kebahagiaan itu mengalir begitu luas—menjangkau para lansia, para pejuang jalanan, masyarakat sekitar, hingga para santri penghafal Al-Quran. Ruang Baik mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan mitra kebaikan yang telah menitipkan hewan qurbannya. Semoga setiap tetes keikhlasan dan setiap rupiah yang dikeluarkan menjadi amal terbaik di sisi Allah SWT, dilipatgandakan keberkahannya, serta menghadirkan kebahagiaan yang terus mengalir hingga akhirat kelak.
Dokumentasi lainnya :












