
Sebanyak 30 siswa kelas 5 dari Sekolah Alam Indonesia Meruyung melaksanakan kegiatan Way Kambas Green Expedition, sebuah ekspedisi edukatif bertema kepedulian lingkungan yang berlangsung selama lima hari di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di alam terbuka, tetapi juga menjadi momentum bagi para siswa untuk menumbuhkan kesadaran sebagai “penjaga bumi” sejak usia dini.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas konservasi lingkungan, khususnya mengenal lebih dekat ekosistem hutan serta satwa langka seperti gajah Sumatera. Mereka belajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, memahami dampak kerusakan lingkungan, serta berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan seperti penanaman pohon dan edukasi pelestarian hutan bersama masyarakat sekitar. Pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Adapun tujuan dari kegiatan ini meliputi memberikan pembelajaran nyata tentang pentingnya menjaga hutan dan ekosistem, menumbuhkan kepedulian serta tanggung jawab terhadap lingkungan, mengembangkan jiwa kepemimpinan berbasis sosial, menanamkan rasa cinta terhadap alam, serta mengaplikasikan pembelajaran ilmiah secara langsung di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar kawasan Way Kambas.
Tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, kegiatan ini juga diiringi dengan aksi sosial yang penuh makna. Para siswa membawa ratusan mushaf Al-Qur’an dan buku Iqro yang kemudian disalurkan ke masjid, mushola, dan TPA di wilayah sekitar Way Kambas. Penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sarana ibadah dan pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat setempat, sekaligus memperkuat nilai berbagi sejak dini kepada para siswa.
Kolaborasi kebaikan ini semakin bermakna dengan adanya dukungan dari program berbagi Al-Qur’an oleh Ruang Baik. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mushaf di daerah yang membutuhkan, tetapi juga menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian generasi muda dengan masyarakat luas. Sinergi antara kegiatan go green dan aksi sosial keagamaan ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan dan berbagi kebaikan dapat berjalan beriringan.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar tentang alam, tetapi juga belajar tentang makna kehidupan—bahwa menjaga bumi dan berbagi dengan sesama adalah tanggung jawab bersama. Harapannya, semangat kecil yang tumbuh dari kegiatan ini dapat terus berkembang, menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Dokumentasi lainnya :









