
Wajah-wajah bahagia terpancar dari anak-anak yatim yang hadir bersama ibu mereka dalam agenda Gebyar Ramadhan 1447 H yang digelar oleh Ruang Baik di Pondok RTQ Khairukum. Sore itu, selepas shalat Ashar, puluhan anak yatim mulai berdatangan dari berbagai wilayah di Depok dan Tajur Halang, Bogor. Mereka hadir dengan langkah kecil namun penuh harap, ditemani oleh ibu yang kini menjadi satu-satunya tempat bersandar setelah kepergian sang ayah.
Ramadhan bagi sebagian anak-anak ini tidak selalu mudah. Tahun demi tahun harus mereka jalani tanpa kehadiran sosok ayah di sisi mereka. Namun di momen Ramadhan kali ini, kehangatan dan perhatian dari banyak orang menjadi penguat hati. Sebanyak 50 anak yatim menerima santunan dan paket bantuan yang diharapkan dapat menjadi pelipur lara serta menambah kebahagiaan menjelang hari raya.
Suasana haru juga terasa ketika anak-anak tersebut bersama para ibunya mendoakan kebaikan bagi semua pihak yang telah menghadirkan kebahagiaan di hari itu. Doa-doa tulus yang dipanjatkan seolah menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada mereka tidak hanya menghadirkan senyum, tetapi juga keberkahan yang kembali kepada para pemberinya.
Kehangatan acara tidak hanya dirasakan oleh anak-anak yatim. Hal yang sama juga dirasakan oleh 40 lansia yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Meski usia tidak lagi muda dan langkah tidak sekuat dahulu, semangat untuk hadir dalam majelis kebaikan tetap mereka utamakan. Para ibu lansia yang merupakan anggota Tunas Lansia binaan Ruang Baik datang dengan penuh antusias, sebagian diantar oleh anak-anak mereka untuk menghadiri acara Gebyar Ramadhan ini.
Selain mendapatkan tausiyah yang menyejukkan dari ustadz yang hadir, para lansia juga menerima paket lebaran dan bantuan uang tunai. Namun yang paling mengharukan adalah ketika mereka mendapatkan buku tabungan haji yang dibuatkan bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia. Bagi sebagian dari mereka, menunaikan ibadah haji adalah impian yang telah lama tersimpan sejak masa muda.
Ketua Ruang Baik, Hendra Aditya, menyampaikan bahwa program tabungan haji ini merupakan bentuk ikhtiar untuk menghidupkan kembali harapan para lansia tersebut. Menurutnya, banyak dari mereka yang sejak lama memiliki niat kuat untuk berhaji, namun belum mendapatkan kesempatan. Dengan dibukakannya tabungan haji ini, setidaknya mereka telah melangkah lebih dekat menuju Baitullah.
“Ini sudah dua langkah menuju Baitullah. Masalah nanti Allah mengundang kapan waktunya, itu sepenuhnya hak Allah. Yang penting kita sudah melangkah dan meneguhkan niat ke sana,” ungkap Hendra.
Pembagian buku tabungan haji tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat haru. Saat para lansia menerima buku tabungan mereka, lantunan kalimat talbiyah terdengar menggema di ruangan. Beberapa di antara mereka tampak meneteskan air mata, membayangkan suatu hari bisa menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Di momen itulah, Gebyar Ramadhan tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga menghidupkan kembali harapan yang selama ini tersimpan di hati mereka.
Dokumentasi lainnya :













