Rintik hujan yang turun sejak siang di wilayah Bobos, Cirebon, seakan menjadi saksi hadirnya kehangatan di awal Tahun Baru Islam. Langit yang mendung tak mengurangi semangat 35 anak yatim yang telah berkumpul dengan penuh harap di Pondok Yatama Mendunia. Dengan wajah-wajah polos dan penuh harapan, mereka menanti kedatangan tim Ruang Baik—membawa kabar bahagia di hari yang istimewa.
Satu per satu anak-anak itu berdatangan, melangkah di antara genangan air, sebagian dengan pakaian sederhana yang mulai basah oleh hujan. Namun tak ada keluh yang terucap. Justru yang terlihat adalah semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari mata mereka. Di bawah asuhan Coach Ihsanudin, pondok ini menjadi rumah bagi mereka yang tetap tegar menjalani kehidupan tanpa kehadiran seorang ayah.
Kehadiran tim Ruang Baik pun disambut dengan hangat dan penuh antusias. Dalam suasana haru, bantuan berupa paket hadiah dan santunan uang tunai diberikan langsung kepada 35 anak yatim tersebut. Momen ini bukan sekadar berbagi, tetapi menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri. Dalam Islam, memuliakan anak yatim adalah amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” sambil beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya (HR. Bukhari).
Tak sedikit dari anak-anak itu yang menundukkan kepala, menggenggam erat bantuan yang diterima, seakan menyimpan rasa syukur yang begitu dalam. Doa-doa pun terlantun tulus dari lisan mereka, mengalir untuk para donatur yang telah menghadirkan kebahagiaan di hari penuh berkah ini. Allah SWT juga mengingatkan dalam firman-Nya, “Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang” (QS. Ad-Duha: 9), menjadi penguat bahwa perhatian dan kasih sayang kepada mereka adalah bagian dari perintah-Nya.
Kegiatan tidak berhenti pada penyaluran santunan. Sebagai bentuk ikhtiar keberlanjutan, tim Ruang Baik bersama pengurus pondok melanjutkan agenda dengan menanam benih ikan patin di kolam pesantren. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan pondok, agar kebermanfaatan tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi terus tumbuh dan berkelanjutan di masa mendatang.
Di tengah hujan yang belum sepenuhnya reda, hari itu ditutup dengan senyum yang merekah dan hati yang hangat. Dari Bobos, Cirebon, tersampaikan pesan bahwa kebaikan sekecil apa pun akan selalu menemukan jalannya. Semoga setiap langkah, setiap pemberian, dan setiap doa yang terpanjat menjadi amal jariyah yang terus mengalir, menghadirkan keberkahan bagi para donatur dan semua pihak yang terlibat.



