
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen pada 2026 membuat kebutuhan terhadap air bersih semakin dirasakan masyarakat. Kondisi ini turut mendorong berbagai pihak untuk melakukan aksi distribusi air kepada warga terdampak. Salah satunya dilakukan oleh Polres Kebumen yang mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga di Kecamatan Pejagoan. Di tengah kondisi tersebut, kabar baik datang dari Desa Suko Mulyo, Kecamatan Rowokele, Kebumen, di mana Sumur No. 8 yang dibangun Ruang Baik masih terus mengalir dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Sumur No. 8 tersebut berada di Musala At-Taubah, Desa Suko Mulyo, Kecamatan Rowokele. Dibangun pada tahun 2021, sumur ini memiliki kedalaman sekitar 70 meter. Proses pembangunannya saat itu bukan tanpa tantangan. Lokasi musala berada di kawasan yang cukup tinggi sehingga terdapat sejumlah kendala teknis dalam proses pengeboran. Setelah melalui berbagai upaya penyelesaian, akhirnya sumber air berhasil ditemukan dan sumur dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jamaah serta masyarakat di sekitarnya.
Memasuki pertengahan 2026, ketika sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan, keberadaan sumur ini kembali menunjukkan manfaatnya. Berdasarkan informasi dari tim di lapangan, Sumur No. 8 masih mampu menghasilkan air dalam jumlah yang cukup besar. Setiap harinya, sekitar 3.000 hingga 6.000 liter air dapat dimanfaatkan dan didistribusikan kepada masyarakat di sekitar Desa Suko Mulyo.
Manfaat air dari sumur tersebut kini bahkan menjangkau wilayah yang lebih luas dari lingkungan sekitar musala. Salah satunya masyarakat di RT 02/RW 06 yang terdiri dari cukup banyak keluarga. Ketika kebutuhan air meningkat akibat kondisi kekeringan, warga dapat datang langsung ke lokasi untuk mengambil air. Sumur yang awalnya dibangun untuk mendukung kebutuhan jamaah dan masyarakat sekitar musala tersebut kini turut menjadi sumber air bagi warga di beberapa lingkungan.
Pengurus Musala At-Taubah juga berupaya menyesuaikan pola distribusi agar air dapat menjangkau lebih banyak warga. Salah satunya dengan membuat tampungan air berukuran besar menggunakan terpal. Air yang dialirkan ke tampungan tersebut kemudian dapat diambil langsung oleh masyarakat menggunakan wadah yang mereka bawa. Cara sederhana ini membantu warga memperoleh air tanpa harus mencari sumber air lain yang lebih jauh.
Selain pengambilan langsung di lokasi, distribusi air juga dilakukan menggunakan kendaraan bak terbuka yang membawa dua toren air. Air kemudian dibawa dari satu titik ke titik lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Pola distribusi tersebut menjadi bentuk gotong royong warga dalam memanfaatkan sumber air yang tersedia agar manfaat sumur dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga, terutama ketika sumber air lainnya mulai terbatas.
Pa Handi, selaku PIC Sumur No. 8, menyampaikan rasa syukur atas keberadaan sumur tersebut sekaligus terima kasih kepada para donatur dan muhsinin Ruang Baik. Menurutnya, air yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan oleh jamaah, musala, dan masyarakat sekitar, kini memiliki jangkauan manfaat yang jauh lebih luas. “Air yang tadinya hanya untuk jamaah, musala, dan masyarakat sekitar kini jangkauan manfaatnya lebih jauh, luas dan banyak lagi. Tidak terbayang manfaat dan pahala yang didapatkan oleh para muhsinin Ruang Baik,” ungkapnya. Untuk beberapa waktu ke depan, setidaknya sekitar 3.000 liter air per hari akan terus didistribusikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Kisah Sumur No. 8 menjadi pengingat bahwa sumber air yang dibangun beberapa tahun lalu dapat terus menghadirkan manfaat ketika masyarakat membutuhkannya. Dibangun pada 2021 dengan kedalaman 70 meter, sumur tersebut masih mengalir hingga 2026 dan menjadi salah satu sumber air bagi warga di tengah kondisi kekeringan. Bagi Ruang Baik, keberlanjutan manfaat seperti inilah yang menjadi bagian penting dari amanah para donatur. Semoga setiap liter air yang mengalir, setiap warga yang mengambil manfaat, dan setiap kebutuhan yang terbantu menjadi amal jariyah bagi para muhsinin yang telah ikut menghadirkan sumber kehidupan ini.




