
Depok, 31 Januari 2026 — Ruang Baik kembali menyelenggarakan program pembinaan keagamaan bagi para donatur loyal melalui kajian tahsin dan tahfidz Al-Qur’an secara daring, Sabtu (31/1). Kegiatan ini diikuti oleh donatur loyal Ruang Baik dan dilaksanakan sebagai bagian dari program pelayanan berkelanjutan kepada para mitra kebaikan.
Kajian tersebut diampu oleh Pimpinan Pondok Tahfidz Qurankahirukum, Ustadzah Asma Banafsyah, Lc, dan diagendakan berlangsung secara rutin selama enam bulan ke depan. Materi kajian difokuskan pada peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an (tahsin) serta penguatan hafalan (tahfidz) dengan pendekatan pembelajaran yang terstruktur.
Program kajian tahsin dan tahfidz ini merupakan salah satu layanan khusus bagi donatur Ruang Baik yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Melalui program ini, Ruang Baik berupaya menghadirkan nilai tambah dalam relasi kelembagaan dengan donatur, tidak hanya dalam aspek sosial, tetapi juga spiritual.
Ketua Ruang Baik, Hendra Aditya, menyampaikan bahwa kajian ini dirancang sebagai bentuk apresiasi dan pendampingan ruhiyah bagi para donatur.
“Melalui kajian eksklusif ini, kami ingin menghadirkan sebuah privilege yang bernilai, bukan hanya secara fasilitas, tetapi juga secara ruhiyah. Kami ingin menyediakan ruang yang lebih dekat untuk belajar, merenung, dan menumbuhkan iman bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ruang Baik memandang keberlanjutan kebaikan tidak semata diukur dari besaran donasi, melainkan dari kesadaran dan pemahaman yang terus tumbuh.
Selama enam bulan ke depan, rangkaian kajian ini diharapkan menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus ruang refleksi bagi para donatur dalam meneguhkan niat dan tujuan dari setiap kontribusi kebaikan yang dilakukan bersama Ruang Baik.
Dalam penyampaian materinya, Ustadzah Asma Banafsyah, Lc menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari keseharian seorang Muslim. Ia menyampaikan bahwa kesibukan terbaik seorang hamba adalah ketika ia melibatkan dirinya dengan Al-Qur’an.
“Sebaik-baik kesibukan seorang hamba adalah belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Karena dari situlah hati dibersihkan dan arah hidup diluruskan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an bukan hanya berdampak pada kualitas ibadah, tetapi juga pada kemuliaan hidup secara menyeluruh. “Siapa yang hidup bersama Al-Qur’an, Allah akan mengangkat derajatnya, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya.





