20 Agustus 2025 4:09 pm

Ruang Baik Gelar Sarasehan Nasional Pesantren Berdaya Untuk Kokohkan Pusat Literasi Al-Qur’an

Ruang Baik Gelar Sarasehan Nasional Pesantren Berdaya Untuk Kokohkan Pusat Literasi Al-Qur’an
Solo, 20 Agustus 2025 – 300 orang hadir yang di dalamnya merupakan pimpinan dan perwakilan pondok pesantren, ulama nasional, tokoh filantropi Indonesia dan perwakilan pemerintah Propinsi Jawa Tengah berkumpul di Hotel Multazam Solo, dalam acara Sarasehan Nasional “Mendorong Pesantren Berdaya, Kokohkan Pusat Literasi Al-Qur’an Bagi Bangsa”.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Ruang Baik bersama Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) Wilayah Jawa Tengah, dengan dukungan sponsor dari BSI Maslahat, JNE, TIKI, Zakat Baik, BPRS Amanah Ummah, Al Fatih Quran, Fatours Travel, Institut Agama Islam SEBI, dan Aqwam.

Pesantren di Jawa Tengah memiliki basis sosial yang besar. Data Kementerian Agama mencatat, terdapat lebih dari 3.900–5.200 pesantren dengan ± 520.000 hingga 621.000 santri. Jumlah yang masif ini menjadi kekuatan strategis bagi penguatan literasi Al-Qur’an sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Namun, tantangan masih besar. Per Maret 2025, angka kemiskinan Jawa Tengah masih 9,48% atau sekitar 3,37 juta jiwa. Pesantren diharapkan dapat mengambil peran sebagai “institusi jangkar” yang bukan hanya mencetak santri berakhlak, tetapi juga membuka lapangan kerja, melahirkan wirausaha, dan memperkuat ekonomi umat.
-
Sejumlah tokoh nasional dan praktisi pemberdaya pesantren hadir untuk berbagi inspirasi. Diantaranya Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS (Ulama Nasional) menegaskan kembali peran historis pesantren sebagai benteng akidah dan moral bangsa. Ia menekankan bahwa literasi Al-Qur’an adalah misi utama pesantren yang tidak boleh luntur, sembari mengajak agar pesantren memperluas dampak sosial- ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
-
Bapak Erie Sudewo (Tokoh Filantropi Indonesia) mengajak untuk mengubah mindset pesantren, dari sekadar lembaga pendidikan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Ia mengenalkan dan menegaskan istilah “Sedekah Pemimpin”. Dimana bentuk sedekah pemimpian dimaksud ialah melahirkan kebijakan. Tentu kebijakan yang menegakkan tauhid dan menjalankan syariat.
-
Ust. Amin Handoyo, Lc., MA (Kementerian Agama Jawa Tengah) memaparkan data perkembangan pesantren di Jawa Tengah, serta program pembinaan dan fasilitasi pemerintah. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan ke depan adalah memperkuat literasi Qur’ani dan kemandirian ekonomi pesantren, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pesantren untuk mengakses program bantuan pemerintah.
-
Bapak Anas Nasrudin (Direktur BSI Maslahat) menyampaikan potensi besar kemitraan pesantren dengan sektor swasta/korporasi. Ia menekankan bagaimana CSR dan investasi sosial bisa diarahkan untuk mendukung pesantren. Bersama BSI Maslahat, Bapak Anas Nasrudin juga membuka peluang bagi pesantren untuk dapat menjalin kemitraan dengan BSI Maslahat dalam pengelolaan dana ZISWAF maupun dana sosial lainnya. Ia juga membagikan contoh kemitraan yang berhasil di bidang pendidikan dan pemberdayaan di pesantren-pesantren yang telah bermitra dengan BSI Maslahat.

-
Abah Parmin Abu Aziz (Pembina Ponpes Al Aziz, CEO The Lawu Grup) menghadirkan inspirasi nyata melalui best practice kemandirian pesantren. Ia menceritakan perjalanan Ponpes Al Aziz, dari menghadapi tantangan awal hingga berhasil mengembangkan unit usaha produktif. Menurutnya, keberhasilan tidak lepas dari peran santri, alumni, dan masyarakat sekitar. Ia juga menyampaikan rencana pengembangan dan peluang replikasi model ini untuk pesantren lain.
-
Bapak Hendra Aditya, SEI (CEO Ruang Baik) menyoroti peran generasi muda dalam inovasi manajemen dan kewirausahaan pesantren. Ia mendorong santri dan alumni untuk aktif dalam digital marketing, pengembangan brand pesantren, serta membentuk tim kreatif yang mampu menopang kemandirian ekonomi pesantren.
-
Pemaparan dari para narasumber ini disambut antusias oleh peserta. Banyak pertanyaan kritis dan inspiratif yang diajukan, sehingga diskusi berlangsung hangat, interaktif, dan memperkaya wawasan keilmuan seluruh peserta yang hadir.

Acara berlangsung dengan rangkaian yang penuh khidmat, dimulai dari tilawah, sambutan tokoh pesantren dan pemerintah, hingga sesi sarasehan utama yang dipandu oleh Dr. Abdullah Khoir, M.Ag.

Di akhir acara, dilakukan seremoni serah terima 25.000 mushaf Al-Qur’an untuk santri di Jawa Tengah, sebagai simbol komitmen memperkuat literasi Qur’ani sekaligus pemberdayaan umat serta foto bersama seluruh peserta.
Blog Post Lainnya
-
Kontak Kami
info@ruangbaik.com
0851-1756-1165
Perumahan Arco, Jl. Rambutan No 16 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, Jawa Barat 16518
Ikuti Kami di
-
@2025 Ruang Baik Bersama Inc.