
Ketika Sebuah Al-Qur'an Harus Menyeberangi Laut dan Menaklukkan Pedalaman Adonara
Bagi kita, membeli atau memiliki Al-Qur'an mungkin hanya membutuhkan beberapa menit. Namun bagi saudara-saudara kita di pelosok Adonara, Nusa Tenggara Timur, sebuah mushaf Al-Qur'an adalah anugerah yang terkadang harus mereka tunggu bertahun-tahun.
Mereka tetap belajar. Tetap mengaji. Tetap menjaga semangat mencintai Kalamullah. Meski sebagian harus bergantian menggunakan mushaf yang telah lusuh, bahkan ada yang mengaji menggunakan Iqra yang halaman-halamannya mulai terlepas dimakan usia.
Menyadari kebutuhan itulah, FORDAI bersama Ruang Baik membawa amanah para donatur untuk menghadirkan cahaya Al-Qur'an hingga ke wilayah yang berada jauh dari keramaian kota.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan darat. Ia adalah perjalanan yang menguji tekad.
Tim harus menyeberangi lautan menggunakan perahu kecil yang diombang-ambing ombak. Di hadapan mereka hanya terbentang lautan luas, sementara angin yang berembus kencang seakan mengingatkan bahwa mengantarkan Al-Qur'an ke pelosok negeri memang selalu membutuhkan pengorbanan.
Sesampainya di daratan, perjuangan belum usai.
Jalan berbatu, tanjakan terjal, debu yang beterbangan, dan medan pedalaman yang sulit dilalui menjadi teman sepanjang perjalanan. Di beberapa titik, kendaraan tak lagi mampu melanjutkan perjalanan. Amanah itu pun dipikul dan dibawa dengan langkah kaki, menembus perkampungan hingga akhirnya tiba di tempat yang telah lama menantikan kedatangannya.
Lelah yang dirasakan seketika sirna ketika terdengar suara anak-anak menyambut dengan senyum yang begitu tulus.
Bagi mereka, kedatangan rombongan bukan sekadar membawa buku. Yang datang adalah harapan. Yang datang adalah semangat baru untuk terus belajar Al-Qur'an.
Sebanyak 100 mushaf Al-Qur'an dan 120 eksemplar Iqra akhirnya berhasil disalurkan kepada para santri dan masyarakat di empat titik penerima manfaat :
- TPA Amanatullah, Desa Tanahwerang, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur.
- TPA Wahidiyah, Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
- Rumah Tahfidz Baitul Hamdi, Desa Wotan, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
- Majelis Ta'lim Baqiyyatul Jihad Ahmad Muslim, Kabupaten Flores Timur.
Mungkin bagi sebagian orang, 100 mushaf Al-Qur'an hanyalah angka.
Namun di Adonara, 100 mushaf itu berarti ratusan tangan yang kini dapat membaca Al-Qur'an tanpa harus bergantian. Berarti ratusan doa yang akan dipanjatkan. Berarti ayat demi ayat yang akan dihafalkan. Berarti cahaya yang akan terus hidup di rumah-rumah, surau-surau kecil, dan majelis ilmu di pelosok timur Indonesia.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan amanahnya melalui FORDAI dan Ruang Baik.
Ketahuilah, sedekah yang Anda titipkan tidak berhenti saat keluar dari tangan Anda. Ia menyeberangi lautan. Ia mendaki jalan-jalan terjal. Ia menembus pedalaman. Hingga akhirnya tiba di tangan mereka yang menyambutnya dengan mata berbinar dan hati yang penuh syukur.
Semoga setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, setiap air mata yang menetes saat membaca Kalamullah, menjadi amal jariyah yang terus mengalir tanpa putus hingga kelak kita dipertemukan kembali di hadapan Allah SWT.
Karena cahaya Al-Qur'an tidak seharusnya berhenti di kota-kota besar. Ia harus sampai... hingga ujung negeri.
Dokumentasi :







