
Musim kemarau kembali membawa tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang mulai menghadapi kekeringan. Salah satunya dirasakan oleh jamaah dan warga di sekitar Masjid Jami’ Al Muhajirin, Parung, Kabupaten Bogor. Di masjid inilah Ruang Baik membangun sumur ke-7 pada tahun 2021, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber air penting bagi sekitar 250 jamaah dan masyarakat penerima manfaat.
Sejak dibangun pada 2021 hingga awal 2026, sumur tersebut memiliki debit air yang cukup baik. Air yang mengalir dari sumur dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di masjid, terutama untuk berwudhu dan menunjang aktivitas ibadah jamaah. Keberadaannya menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang datang untuk melaksanakan salat dan berbagai kegiatan keagamaan.
Selama bertahun-tahun, sumur tersebut terus memberikan manfaat. Jamaah tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan air untuk beribadah, tetapi juga merasakan hadirnya kepedulian dari para donatur yang sebelumnya turut mewujudkan pembangunan sumur tersebut.
Namun, memasuki penghujung Agustus 2026, kondisi mulai berubah. Musim kemarau yang melanda membuat debit air perlahan menurun. Sumber air yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masjid kini mulai terdampak oleh kondisi alam.
Bagi sekitar 250 jamaah dan masyarakat yang merasakan manfaatnya, berkurangnya debit air bukan sekadar persoalan teknis. Air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas ibadah. Ketika air mulai surut, kebutuhan untuk berwudhu dan aktivitas di masjid pun ikut menghadapi tantangan.
Satu sumur mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi ratusan orang yang menggunakannya setiap hari, keberadaan sumber air tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar. Dari sanalah air untuk berwudhu mengalir, dari sanalah aktivitas ibadah ditunjang, dan dari sanalah manfaat kebaikan para donatur terus dirasakan selama bertahun-tahun.
Melihat kondisi tersebut, Ruang Baik kembali mengambil langkah ikhtiar dengan berupaya menambah kedalaman sumur. Upaya ini dilakukan untuk mencari sumber air yang lebih optimal sekaligus menjaga agar manfaat sumur yang telah dibangun sejak 2021 tetap dapat dirasakan oleh jamaah dan masyarakat sekitar.
Ikhtiar ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga amanah para donatur. Sebab, bagi Ruang Baik, pembangunan sumur bukan sekadar menghadirkan sebuah fasilitas, tetapi menghadirkan sumber manfaat yang diharapkan mampu bertahan dalam jangka panjang. Ketika kondisi alam berubah dan sumber air mulai mengalami penurunan debit, maka ikhtiar untuk mempertahankan manfaat tersebut perlu kembali dilakukan.
Kisah Masjid Jami’ Al Muhajirin menjadi pengingat bahwa kebaikan yang pernah ditanamkan dapat terus memberikan manfaat bahkan bertahun-tahun kemudian. Dari satu sumur, ratusan jamaah mendapatkan kemudahan untuk beribadah. Dari satu kepedulian, banyak aktivitas kebaikan dapat terus berlangsung.
Terima kasih kepada seluruh Ayah, Bunda, dan Sahabat Baik yang telah menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan akses air bagi masyarakat. Semoga upaya penambahan kedalaman sumur di Masjid Jami’ Al Muhajirin dimudahkan, menemukan sumber air yang lebih baik, dan kembali mengalir secara optimal untuk memenuhi kebutuhan jamaah serta masyarakat sekitar.
Mari bersama menjaga agar kebaikan yang pernah mengalir tidak berhenti hanya karena kemarau datang. Semoga setiap tetes air yang digunakan untuk berwudhu, beribadah, dan memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala bagi mereka yang telah ikut menghadirkannya. dan kami mengajak sahabat baik dimanapun berada untuk mensuport program pembuatan sumur di beberapa wilayah di nusantara melalui ruang baik.





