16 September 2026 1:11 pm

Ketika Beras Harus Berutang, 200 Kg Beras Hadir untuk Santri di Pelosok Lebak

Ketika Beras Harus Berutang, 200 Kg Beras Hadir untuk Santri di Pelosok Lebak
Lebak, September 2026 — Di tengah hamparan sawah yang membentang di pelosok Kabupaten Lebak, suara lantunan ayat Al-Qur’an terus terdengar dari pondok-pondok pesantren tradisional. Para santri datang untuk belajar, mengaji, dan menuntut ilmu dengan segala kesederhanaannya. Namun, di balik rutinitas mereka, ada kebutuhan yang tidak pernah bisa ditunda: makan. Setiap hari, beras harus tersedia. Sebab sebelum kembali membuka kitab dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, para santri tetap membutuhkan sepiring nasi untuk menguatkan tubuh mereka.

Di antara pesantren yang menjalani perjuangan tersebut adalah Pondok Pesantren Hidayatul Furqon, Cipanas, Lebak, dan Pondok Pesantren Al Furqon, Citorek, Lebak**. Kedua pesantren tradisional ini tidak mewajibkan seluruh santrinya membayar biaya bulanan. Santri dari keluarga yang mampu dipersilakan memberikan iuran, sementara mereka yang memiliki keterbatasan tetap diberikan kesempatan untuk mondok. Bahkan, bagi anak-anak yatim, biaya mondok dibebaskan. Prinsipnya sederhana: **jangan sampai keterbatasan ekonomi menjadi alasan seorang anak berhenti belajar agama.

Namun keputusan untuk membuka pintu pesantren bagi siapa saja membawa konsekuensi besar bagi pengelola. Salah satunya adalah memastikan kebutuhan pangan para santri tetap terpenuhi. Tidak semua orang tua mampu membayar iuran setiap bulan. Ada yang harus memilih antara membayar kebutuhan pondok dengan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Akibatnya, pemasukan pesantren tidak selalu datang secara rutin. Sementara kebutuhan beras tidak bisa menunggu. Hari ini santri makan, besok mereka kembali membutuhkan beras.

Dalam kondisi tertentu, pesantren bahkan harus menombok pembelian beras. Ketika persediaan mulai menipis, ada tengkulak beras yang dengan kebaikan hatinya bersedia memberikan beras terlebih dahulu dan pembayarannya dilakukan kemudian. Tidak jarang, hutang tersebut baru dapat dilunasi setelah berbulan-bulan, ketika pesantren mendapatkan pemasukan atau bantuan. Dari sini terlihat bahwa keberlangsungan makan para santri bukan hanya ditopang oleh kemampuan pondok, tetapi juga oleh kebaikan banyak orang yang bersedia membantu ketika kondisi sedang sulit.

Di tengah perjuangan itu, Tim Ruang Baik hadir melalui Gerakan Berbagi Beras dengan menyalurkan 200 kilogram beras untuk kedua pesantren tersebut. Bantuan ini menjadi kabar baik bagi dapur pesantren yang setiap hari harus menyediakan makanan bagi para santri. Bagi sebagian orang, 200 kilogram beras mungkin hanyalah angka. Tetapi bagi sebuah pondok pesantren yang harus memikirkan kebutuhan makan santri setiap hari, jumlah tersebut berarti hari-hari yang lebih ringan, persediaan dapur yang lebih terjaga, dan berkurangnya beban untuk kembali berutang beras.

Beras yang sampai ke pesantren bukan sekadar bahan makanan. Ia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga para santri tetap kuat menjalani hari-hari mereka. Ada nasi yang tersaji sebelum mereka mengaji. Ada tenaga yang terjaga sebelum mereka menghafal Al-Qur’an. Ada dapur yang tetap mengepul meski pemasukan pondok belum pasti. Dan di setiap butir beras yang diberikan, ada kebaikan dari para donatur yang ikut mengambil bagian dalam perjalanan pendidikan mereka.

Sebab, membantu santri tidak selalu harus dengan membangun gedung atau memberikan beasiswa besar. Terkadang, kebaikan dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: memastikan mereka memiliki beras untuk makan hari ini.

Perjalanan Gerakan Berbagi Beras masih terus membutuhkan dukungan. Masih ada pondok pesantren yang harus memikirkan persediaan beras dari hari ke hari. Masih ada santri yang belajar dalam keterbatasan. Dan masih ada dapur-dapur pesantren yang berharap ada tangan-tangan baik yang membantu mengisinya.

Jika Allah berkenan menitipkan rezeki lebih kepada kita, mari sisihkan sebagian untuk Gerakan Berbagi Beras Ruang Baik. Karena setiap piring nasi yang tersaji untuk seorang santri dapat menjadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir.

Mari berbagi beras.
Mari bantu santri tetap makan, tetap belajar, dan tetap mengaji.
Karena dari sepiring nasi, bisa lahir kekuatan untuk menjaga ilmu dan Al-Qur’an.

Baik Bareng Ruang Baik. Menguatkan Kebaikan.

Dokumentasi lainnya :
-

-


Blog Post Lainnya
-
Kontak Kami
info@ruangbaik.com
Perumahan Arco, Jl. Rambutan No 16 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, Jawa Barat 16518
0851-1124-6776
0851-1122-6776
0813-8407-0649
Ikuti Kami di
-
@2026 Yayasan Ruang Baik Bersama Inc.