
Menjelang 10 hari terakhir Ramadhan, Ruang Baik menyelenggarakan Kajian Ramadhan secara daring melalui Zoom Meeting dengan tema “Healing Hati, Tenangkan Jiwa.” Kajian ini menghadirkan Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, B.Sh., M.A., Ph.D, seorang akademisi sekaligus dai yang merupakan lulusan S1, S2, dan S3 dari Sudan. Kegiatan ini diikuti oleh para donatur Ruang Baik, keluarga besar ruang baik, wali santri Khairukum, serta masyarakat umum yang ingin menambah bekal ruhiyah dalam menyambut malam-malam terakhir Ramadhan.
Kajian yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini berlangsung dengan penuh antusias. Dalam penyampaiannya, Ustadz Fakhrurrazi mengajak para peserta untuk menjadikan sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagai momentum memperbaiki hati dan mendekatkan diri kepada Allah. Beliau menyampaikan bahwa ketenangan jiwa dan kelapangan hati tidak hanya datang dari kondisi dunia, tetapi dari kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Dalam materi tersebut, beliau juga menyampaikan lima amalan yang dapat membantu seseorang memiliki hati yang lapang dan jiwa yang tenang. Di antaranya adalah senantiasa memiliki rasa takut kepada Allah, menjaga keimanan kepada Allah dalam setiap keadaan, bersikap qana’ah atau merasa cukup meskipun dalam kondisi harta yang terbatas, serta senantiasa menyadari dan mempersiapkan diri untuk datangnya kematian. Dengan kesadaran tersebut, seseorang akan lebih mudah menjaga amal, memperbaiki niat, dan menjalani kehidupan dengan penuh ketenangan.
Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beramal. Orang yang ikhlas tidak menjadikan pujian manusia sebagai tujuan, tidak pula merasa berat ketika amalnya tidak diketahui orang lain. Sebaliknya, ia tetap berusaha melakukan kebaikan karena meyakini bahwa Allah Maha Mengetahui setiap amal sekecil apa pun yang dilakukan oleh hamba-Nya.
Di penghujung kajian, Ustadz Fakhrurrazi mengingatkan pentingnya memperbanyak doa pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, terutama doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ ketika mencari malam Lailatul Qadar, yaitu:
“Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Beliau berharap, dengan memperbanyak doa, ibadah, dan memperbaiki hati di penghujung Ramadhan, setiap muslim dapat meraih keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.
Dokumentasi lainnya :







