9 Oktober 2026 10:42 am

Menjaga Keinginan Ibu, Asyra Menuntaskan 30 Juz Al-Qur’an dan Merawat Mimpi Masa Depannya

Menjaga Keinginan Ibu, Asyra Menuntaskan 30 Juz Al-Qur’an dan Merawat Mimpi Masa Depannya
Ada keinginan seorang ibu yang tetap hidup dalam langkah anaknya, meski sang ibu telah tiada. Bagi Asyra Sarah Abida, atau yang akrab disapa Asyra, keinginan itu menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Ia ingin mewujudkan harapan ibunya: memiliki anak yang menjadi penghafal Al-Qur’an.

Asyra merupakan santri kelas IX di Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) Khoirukum, penerima beasiswa pendidikan yang berasal dari Citeureup, Bogor. Perjalanannya bersama Al-Qur’an menjadi kisah tentang ketekunan, kasih sayang keluarga, dan harapan yang terus dijaga di tengah keterbatasan.

Ketika pertama kali masuk RTQ Khoirukum, Asyra telah memiliki hafalan sebanyak enam juz. Dengan kesungguhan dan pendampingan selama menempuh pendidikan, ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dalam waktu satu tahun tiga bulan. Sebuah pencapaian yang lahir dari proses belajar, mengulang hafalan, menjaga kedisiplinan, dan terus berusaha melewati setiap tantangan.

Bagi Asyra, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam menghafal Al-Qur’an. Ada harapan ibunya yang ingin ia wujudkan, ada kerinduan yang ia simpan, dan ada cita-cita yang ingin terus ia perjuangkan.

“Ibu, Asyra kangen. Alhamdulillah, Asyra sudah selesai hafalannya. Asyra sudah bisa memenuhi salah satu keinginan Ibu. Ibu, Asyra kangen. Semoga Ibu bahagia di sana, ya.”

Ungkapan itu menggambarkan kerinduan seorang anak yang ingin membagikan kabar bahagia kepada sosok yang paling ingin ia temui. Asyra berhasil menyelesaikan hafalannya, tetapi orang yang ingin ia bahagiakan dengan pencapaian itu kini telah tiada. Di balik keberhasilannya, tersimpan rasa kehilangan yang berjalan beriringan dengan tekad untuk terus melangkah.

Tumbuh dengan Dukungan Keluarga

-
Sejak ibunya meninggal dunia, Asyra menjalani hari-harinya dengan dukungan keluarga. Ia tinggal bersama nenek dan dua kakaknya, seorang kakak perempuan dan seorang kakak laki-laki. Sang nenek menjalani aktivitas di rumah, sementara kakak perempuannya mengajar sekaligus kuliah. Kakak laki-lakinya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ayah Asyra juga tengah menjalani proses pemulihan dari sakit saraf otak sehingga belum dapat bekerja. Dalam keadaan tersebut, keluarga tetap berupaya memberikan dukungan agar Asyra dapat melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kemampuannya.

Kakak perempuannya turut mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan Asyra selama belajar di pondok. Di sela kesibukannya mengajar dan menempuh pendidikan, ia membantu mencukupi uang jajan serta kebutuhan sang adik. Dukungan itu menjadi salah satu bentuk kasih sayang keluarga yang menguatkan langkah Asyra untuk terus belajar.

Bagi Asyra, perjalanan di RTQ Khoirukum bukan hanya tentang menghafal ayat demi ayat. Ia juga belajar menjalani kehidupan, membangun kedisiplinan, dan menumbuhkan keyakinan bahwa keadaan hari ini tidak harus membatasi cita-cita di masa depan.

Tak Hanya Menghafal, Asyra Juga Berprestasi dalam Kaligrafi

-
Di balik kesungguhannya menghafal Al-Qur’an, Asyra memiliki potensi lain yang tak kalah membanggakan, yaitu di bidang seni kaligrafi. Selama menempuh pendidikan di RTQ Khoirukum, ia kerap menorehkan prestasi dalam bidang kesenian dan beberapa kali meraih juara kaligrafi.

Kemampuannya terlihat terutama dalam seni khat, yakni seni menulis huruf Arab dengan keindahan bentuk dan komposisi. Ketelitian, kesabaran, serta kecintaannya pada seni menjadi bekal yang terus ia kembangkan.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa setiap santri memiliki potensi yang beragam. Ada yang menonjol dalam hafalan, ada yang berkembang melalui seni, dan ada pula yang memiliki kemampuan lain yang perlu terus diasah. Dengan kesempatan belajar dan pendampingan yang tepat, potensi itu dapat tumbuh menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.

Perjalanan Asyra menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat. Menghafal bukan berarti berhenti mengeksplorasi kemampuan diri. Justru, lingkungan belajar yang mendukung dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengenali potensi, membangun kepercayaan diri, dan meraih prestasi.

Menjaga Hafalan, Melanjutkan Cita-Cita

-
Setelah menuntaskan hafalan 30 juz dan menyelesaikan pendidikan di jenjang kelas IX, Asyra berencana melanjutkan sekolah menengah atas di SMA Plus Khodijah Islamic School di Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan berikutnya untuk terus menimba ilmu dan mengembangkan diri.

Tentu, perjalanan Asyra belum selesai. Menyelesaikan hafalan 30 juz merupakan pencapaian penting, tetapi menjaga hafalan, memperdalam pemahaman Al-Qur’an, melanjutkan pendidikan, dan mengembangkan bakat membutuhkan proses yang berkelanjutan.

Di sinilah dukungan keluarga, lingkungan pendidikan, serta kesempatan belajar memiliki arti besar. Anak-anak membutuhkan ruang untuk bertumbuh, pendampingan untuk melewati tantangan, dan dukungan agar dapat melangkah menuju masa depan yang mereka cita-citakan.

Kisah Asyra memperlihatkan bahwa di balik seorang santri yang berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an, ada proses panjang yang tidak selalu mudah. Ada kerinduan kepada ibu, dukungan keluarga yang terus berusaha, ketekunan dalam belajar, serta potensi diri yang tumbuh melalui pendidikan.

Melalui program beasiswa dan pendampingan di RTQ Khoirukum, Asyra mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan belajarnya. Kisahnya juga menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap pendidikan santri bukan hanya tentang membantu mereka menyelesaikan hafalan, melainkan turut membuka jalan bagi mereka untuk mengembangkan bakat, melanjutkan sekolah, dan membangun masa depan.

Setiap anak memiliki cerita dan potensi yang berbeda. Dengan kesempatan, perhatian, dan pendampingan yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berprestasi, dan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan. Seperti Asyra, yang terus menjaga keinginan sang ibu sembari melangkah menuju cita-cita berikutnya.
Blog Post Lainnya
-
Kontak Kami
info@ruangbaik.com
Perumahan Arco, Jl. Rambutan No 16 Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, Jawa Barat 16518
0851-1124-6776
0851-1122-6776
0813-8407-0649
Ikuti Kami di
-
@2026 Yayasan Ruang Baik Bersama Inc.