
Depok — Di tengah masifnya tantangan sosial dan krisis ruang aman untuk bercerita di era modern, isu kesehatan mental keluarga dan dunia pendidikan kian mendesak untuk mendapat perhatian serius. Terlebih, Indonesia saat ini masih dihadapkan pada tantangan besar sebagai salah satu negara dengan predikat fatherless country, di mana banyak anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan emosional yang memadai dari sosok ayah.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada rapuhnya ketahanan mental generasi muda, yang kerap mencari pelarian atau tempat bersandar di luar rumah. Menjawab urgensi tersebut, pada Sabtu (24/10), Ruang Baik bersama Zakat Baik berkolaborasi dengan Komunitas Teman Dengar sukses menggelar Workshop Pelatihan Konseling Dasar.
Kegiatan yang sarat akan nilai pemberdayaan ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang psikologi, yaitu Coach Aroyanti S., M.Psi., dan Coach Feddy Fabachrain, M.Si. Keduanya memandu peserta menyelami seni mendengarkan dengan empati penuh guna menciptakan ruang aman bagi sesama.
Sebanyak 50 peserta antusias mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga sore hari. Para peserta yang hadir datang dari berbagai wilayah penyangga ibu kota, mulai dari Depok, Tangerang Selatan, hingga Jakarta, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya literasi psikologis dasar.
Ketua Zakat Baik, Hendra Aditya, yang turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengungkapkan pandangannya mengenai krisis komunikasi yang sedang melanda masyarakat saat ini. Menurutnya, di era digital seperti sekarang, kebutuhan mendasar manusia justru mengalami pergeseran yang cukup signifikan.
"Di era sekarang, sangat dibutuhkan orang yang punya keterampilan mendengar, bukan hanya bicara. Karena kondisinya hari ini, banyak orang yang butuh didengarkan, bukan dinasehati. Keterampilan ini perlu dipelajari sebagai bekal ilmu untuk menjadi pendengar yang baik, yang nantinya bisa memberikan alternatif solusi yang tepat," ujar Hendra Aditya.
Senada dengan hal tersebut, Ustadzah Zulfa, salah seorang peserta yang berprofesi sebagai tenaga pengajar, merasakan betul manfaat aplikatif dari pelatihan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan realitas dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi anak didik yang membawa beban emosional dari rumah.
"Agenda ini sangat menarik dan sangat dibutuhkan oleh para guru dan masyarakat luas agar bisa menjadi konselor yang handal bagi peserta didiknya. Ilmunya sangat aplikatif dan benar-benar bisa dipraktekkan di dunia nyata," tutur Ustadzah Zulfa penuh antusias.
Pelatihan ini sendiri dikemas secara interaktif dan dibagi menjadi dua sesi utama. Peserta diajak mempelajari teori dasar konseling, teknik active listening (mendengarkan aktif), metode identifikasi kebutuhan konseling, hingga ditutup dengan sesi role play atau simulasi praktik langsung untuk mengasah kepercayaan diri mereka.
Melalui kegiatan ini, Ruang Baik dan Zakat Baik ingin kembali mengingatkan sebuah pesan sederhana namun bermakna mendalam bagi kehidupan sosial kita: Setiap orang punya cerita, tetapi tidak semua orang punya tempat untuk bercerita. Terkadang, yang dibutuhkan bukanlah nasihat panjang atau solusi instan atas semua masalah yang ada, melainkan hanya seseorang yang mau mendengarkan dan berusaha memahami.
Agenda ini akan ada keberlanjutannya hingga november nanti dengan peserta berbeda yakni para guru guru BK, dengan tujuan agar nantinya anak anak muda khususnya yang masih sekolah bisa mendapatkan ruang dengar yang layak, ruang cerita yang sesuai.
Dokumentasi lainnya :












